Thursday, January 01, 2015

Bundel Baca Desember

Kredit gambar
It’s finally December, buddies! What should we yeal? Hooray? Yoohooo!? ^_^ I’m gonna post some reflections and wishes for next year—which is started today, O Lord!—after this. Baiklah, bagaimana iklim baca saya di Desember? Rasanya agak lucu menanyakan itu pada diri saya sendiri hanya untuk menjawabnya sendiri juga :D
Saya menghabiskan Desember untuk menikmati hujan yang hanya turun sesekali seperti cemoohan di penghujung tahun. Saya hampir kehilangan minat baca sama sekali karena ini. Di kota saya, Kendari (Sulawesi Tenggara), hujan turun sejak November tapi dalam frekuensi yang teramat rendah. Hanya terasa
seperti hujan lewat. Maka ketika hujan lebat turun di Desember, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk di tepi jendela tanpa melakukan apa pun. Hanya menunggu hujan turun seolah-olah Mikail akan berbuat curang tentang takaran hujan untuk kotaku kalau saya beranjak dari sana. Saya juga sibuk mengepak seluruh buku-buku saya—dan hampir saja melupakan kalau saya juga memiliki pakaian ^_^—sebagai persiapan pindah rumah untuk ke sekian kalinya dalam tiga tahun terakhir. Tapi saya segera sadar bahwa saya harus menyelesaikan beberapa tantangan baca 2014, sekaligus mereduksi timbunan buku saya yang mulai menggunung dengan dramatis.
Bulan ini, saya tidak lagi mengejar target seambisius bulan-bulan sebelumnya. Selain karena fokus pada tulisan-tulisan fiksi saya sendiri, saya juga ingin menikmati aktivitas membaca sebagai kesenangan yang dijalani tanpa dikte. Untunglah, saya bisa menyelesaikan sembilan buah buku, meski empat di antaranya jumlah halamannya kurang dari seratus halaman ^_^
Berikut buku-buku yang saya khatamkan di Desember:

klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
          Senang sekali rasanya bisa menikmati dongeng sejak sekian lama. Buku ini menjadi semacam pelarian dari dunia orang dewasa yang rumit dan banyak masalah ^_^ Grace Lin is  indeed a superrior fairytale author!

klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
         Buku ini saya beli untuk kepentingan Indiva Reading Challenge 2014. Ceritanya sederhana, dikemas dengan penceritaan yang ringan, sehingga saya bisa menamatkannya dalam sekali duduk.

klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
         Ini buku yang mengejutkan untuk saya. Saya pikir, ini cerita anak-anak biasa, dengan segala petualangannya, kenakalannya yang khas, dan sebagainya. Nyatanya, ini sebuah buku dengan tokoh dewasa muda yang cerdas dan sangat lucu. Kalau Anda ingin terapi senyum atau tertawa, baca saja cerita surat-surat Judy dalam buku ini ^_^
 
4. Kitab Cinta & Patah Hati karya Sinta Yudisia
klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
         Ini satu-satunya buku nonfiksi yang saya baca di tahun ini ^_^ Saya membaca ini untuk memenuhi tantangan baca Indiva. Sebuah buku panduan yang cukup lengkap tentang jatuh cinta dengan bijaksana, dan menyikapi patah hati tanpa sakit hati :)

5. Pilkadal di Negeri Dongeng karya Tundjungsari
klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
         Buku ini juga saya baca untuk memenuhi tantangan baca Indiva. Bukunya cukup tipis, tidak sampai 200 halaman. Penuh ironi dan satir.
         Setelah beberapa bulan tidak ikut pos bareng BBI (Blogger Buku Indonesia), akhirnya saya ikut lagi di Desember. Beberapa waktu lalu, saya memang sengaja membeli paket buku terjemahan klasik dari penerbit BukuKatta, khusus untuk baca bareng Desember. Berikut ini empat buah buku yang saya baca untuk pos bareng BBI Desember:

klik tautan atau gambar di atas untuk membaca review
         Buku ini adalah karya Alice Munro pertama yang saya baca, dan langsung mengingatkan saya pada film-film bertema alzheimer yang mengharubiru. Salah satunya, film Korea favorit saya berjudul Moment To Remember. Bedanya, The Bear Came Over The Mountain mengisahkan romansa sepasang lansia Fiona dan Grant. Meski terkendala dengan aspek editorial buku ini--yang membuat versi terjemahannya ini sulit dinikmati, saya sangat menyukai buku ini. Semoga akan lebih banyak lagi karya-karya Alice Munro yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan tentu saja, dengan pengerjaan editorial yang lebih teliti.

klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
         Buku ini juga karya Jhumpa Lahiri pertama yangs aya baca. Ini adalah buku terfavorit saya dari paket buku BukuKatta ini. Berkisah tentang sepasang saudara laki-laki: Subhash dan Udayan yang usianya tidak terpaut jauh, sangat mirip dalam perawakan, tapi sangat berbeda dalam hal perangai. Berlatar masa revolusi buruh di India, kisah ini penuh ironi dan sangat khas India dari segi kultur. Sayangnya, cerita pendek ini adalah ringkasan dari sebuah novel karya Jhumpa Lahiri berjudul Lowland, sehingga saya merasa sangat kehilangan banyak aspek darinya. Tapi bagaimanapun juga, saya sangat menyukai buku ini. Semoga Lowland, yang sempat menjadi nominee dalam ajang penghargaan sastra bergengsi Man Booker Prize 2013 silam, dan nominee di beberapa ajang penghargaan sastra bergengsi lainnya ini, segera diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ^_^
8. Demi Esme Dengan Cinta dan Kesengsaraan karya J.D. Salinger
klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
         Dari keempat buku dalam paket terjemahan sastra BukuKatta, dua cerpen karya J.D. Salinger inilah yang paling sulit saya pahami. Demi Esme dengan Cinta dan Kesengsaraan adalah sebuah roman yang unik dengan akhir yang tragis, sedang Hari yang Sempurna untuk Bananafish adalah cerita pendek yang hanya bisa saya nikmati, dan belum mampu menginterpretasikannya lebih jauh. Konon, cerita pendek ini masih terus mengundang perdebatan di kalangan kritikus sastra.

9. The Curious Case of Benjamin Button karya F. Scott Fitzgerald
klik tautan judul atau gambar untuk membaca review
         Setelah gagal menamatkan The Great Gatsby beberapa waktu lalu, akhirnya kumpulan novelet dan cerita pendek ini menjadi buku F. Scott Fitzgerald pertama yang saya baca. Buku ini juga dengan serta merta mengingatkan saya pada beberapa film yang tampaknya, membuat versi kreatif dari The Curious Case of Benjamin Button. Salah satunya adalah film India yang dibintangi aktor kawakan Amitabh Bachchan dan putranya Abhishek Bachchan, namun dengan peran yang saling bertukar. Amitabh Bachchan menjadi sang anak, dan  Abhishek Bachchan menjadi sang ayah. The Curious Case of Benjamin Button juga sudah dialihwahanakan pada tahun 2008 silam, dan dibintangi oleh Brad Pitt. Saya jadi ingin menonton filmnya.
         Buku ini memuat tiga buah cerita. Dua cerita pendek lainnya disajikan dalam bentuk naskah drama, yang nampaknya agak rumit untuk saya pahami. Tampaknya, seperti halnya The Bear Came Over The Mountain, buku ini juga diterjemahkan dengan tidak begitu baik. Tapi saya sangat menyukai keliaran imajinasi Fitzgerald dalam menciptakan The Curious Case of Benjamin Button.
         
         Akhirnya ... 2015 menjelang. Saya tidak sabar untuk segera berfokus pada resolusi baca dan timbunan yang ingin segera saya khatamkan. Baca artikelnya di sini dan di sini. Sampai jumpa di Bundel Baca Januari! ^_^

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...