Tuesday, December 02, 2014

Petualangan Dalam Labirin Buntu: Menegangkan Hingga Akhir

Judul buku: The Maze Runner
Jumlah halaman: 488 halaman
Penulis:

August 2014 (terbit pertama kali 1 Januari 2009)
Penerbit: Mizan Fantasi 
ISBN: 9794338486 (ISBN13: 9789794338483)
Penghargaan sastra: Georgia Peach Book Award (2012), Romantic Times Reviewers' Choice Award (RT Award) Nominee for Best Young Adult Paranormal/Fantasy Novel (2009), Charlotte Award (2012), Pennsylvania Young Readers' Choice Award Nominee (2011), Milwaukee County Teen Book Award Nominee (2011) Kentucky Bluegrass Award for grades 9-12 (2011), Abraham Lincoln Award (2012)
Harga beli: Rp.34.500,- dari Kobu (15 September 2014)

Glade kedatangan anak baru bernama Thomas. Seperti anak-anak baru lainnya ketika baru tiba di tempat yang aneh itu, Thomas si Anak Bawang, mempertanyakan hampir semua hal: di mana dia berada? Glade? Apa itu Glade? Kehidupan seperti apa yang menantinya di Glade? Untuk apa anak-anak laki-laki berada di sana? Siapa yang mengirim mereka ke sana? Mengapa dan bagaimana ingatannya hilang? Adakah caranya keluar dari
Glade dan pulang ke rumah? Lantas, bagaimana caranya? Dan, sama seperti yang sudah terjadi pada anak-anak lain ketika mereka masih Anak Bawang, Thomas tidak mendapatkan jawaban apa-apa. Setidaknya dia harus menunggu sampai waktunya tepat. Karena anak-anak sehebat apa pun, butuh waktu untuk menyiapkan diri sebelum mereka mendengarkan hal-hal mengerikan tentang Monster Mekanik Penyengat Anak-Anak. Thomas akhirnya memutuskan untuk bersabar. Menunggu satu demi satu hal-hal tentang Glade diungkapkan kepadanya atau menguak dirinya sendiri di hadapannya.
"Maze ada di luar sana," bisik Newt, terbelalak seolah kerasukan. "Segala yang kita lakukan—seluruh hidup kita, Anak Bawang—berkisar di antara Maze, mencoba mmecahkan sesuatu yang tidak tampak oleh kita memiliki resiko yang berbahaya, bukan? Dan, akan kutunjukkan mengapa kita tidak boleh main-main. Mengapa mereka menutup tembok-tembok itu setiap malam. Akan kutunjukkan mengapa kau sebaiknya jangan pernah satu kali pun menginjakkan kaki di sana" (hal.50).
Setelah berkenalan dengan Mazelabirin raksasa dengan formasi lorong yang selalu berubah setiap hari dan menjadi sarang Griever setiap malam—dan tahu apa yang harus dilakukan dengan itu, Thomas pun mulai mendapatkan gambaran tentang yang harus dia lakukan. Dia ingin menjadi Pelari. Dia akan menjadi salah satu yang setiap hari menjelajahi Maze, mencari jalan keluar bagi mereka semua.
Suatu hari, Glade kembali kedatangan Anak Baru. Dan segala sesuatunya menjadi aneh. Keanehan pertama adalah, sang Anak Baru datang hanya sehari setelah kedatangan Thomas. Padahal Glade kedatangan Anak Baru dalam kurun waktu dua minggu sekali. Keanehan kedua, sang Anak Baru adalah seorang perempuan. Keanehan berikutnya dan sekaligus bagian paling mengerikan, adalah anak perempuan itu akan menjadi yang terakhir datang ke Glade. Dan itu cukup menunjukkan bahwa sesuatu yang tidak terbayangkan akan segera terjadi.
Halaman-halaman awal The Maze Runner berjalan dengan cukup lambat. James Dashner nampaknya ingin membangun ketegangan dan misteri dengan lebih kokoh, sebelum melemparkan pembaca buku ini ke dalam petualangan mencekam Thomas dan kawan-kawannya. James dengan hati-hati, tidak terlalu membuka banyak hal tentang dunia fiktif di buku ini. James ingin membuat pembaca mengenalnya dunia itu bersama Thomas, anak laki-laki yang tampaknya sangat cerdas, yang seperti baru terlahir kembali—dalam keadaan buta sama sekali tentang dunia baru yang dihuninya. James membentangkan misteri di sepanjang kisah yang dibuka dengan banyak pertanyaan ini. Dengan cerdik, James menggiring pembacanya  untuk larut dalam kerumitan memecahkan Maze, menduga-duga tentang alasan para Kreator memenjarakan anak-anak di dalam Glade, merinding ketika Griever—sang Monster—datang dengan bunyi desing mengerikan, dan merasa tidak sabar untuk ikut berlari di Maze bersama Thomas, Minho, Alby, dan Newt, demi menemukan jalan keluar, dan bahkan di akhir cerita, pembaca tidak akan berhenti bertanya dan berdebar-debar.
Saya bersyukur karena buku-mengandung-monster ini tidak begitu berlumuran darah. Meski ada bagian berdarah yang teramat menyakitkan, ini buku yang cukup aman bagi saya. Biasanya, saya tidak menyukai ketegangan dan keharusan untuk menduga-duga, tapi saya bisa menikmati rasa mendebarkan di sepanjang buku ini, dan ikut tertawa untuk lelucon yang bisa dilontarkan cowok-cowok di antara kengerian merka menunggu giliran menjadi korban Griever. Saya tersentuh pada bagian-bagian yang heart-warming, seperti ketika Chuck menunjukkan perhatian pada Thomas dan Thomas menjanjikan kebebasan pada Chuck, dan menjaminnya untuk bisa pulang ke rumah dengan selamat. Saya menikmati sensasi berdebar dan menjadi sangat bersemangat ketika suatu malam, di detik-detik terakhir sebelum pintu Glade menutup, Thomas, dengan nekad, menyusul Minho dan Alby yang belum kembali ke Glade, sehingga mereka bertiga menghabiskan malam di dalam Maze.
"Kurasa para Kreator ingin memberi tahu kita bahwa tak ada jalan keluar. Tembok-tembok ini bahkan tak bergerak lagi--semua ini seperti sebuah permainan bodoh dan hampir berakhir. Dan, mereka ingin kita kembali serta memberi tahu para Glader lain. Kau berani bertaruh berapa ketika kita kembali nanti akan menemukan sebuah Griever sedang mengambil salah satu dari mereka seperti semalam? Kurasa Gally benar--mereka hanya ingin terus membunuhi kita" (Minho kepada Thomas: 365).
Saya menyukai karakter-karakter protagonis dalam buku ini, dan cacat yang wajar yang dilekatkan pada karakter-karakter itu. Saya menyukai optimisme Thomas untuk bertahan terhadap amukan Griever, caranya menyuntikkan kepercayaan diri dan optimisme untuk melawan kebengisan yang terjadi kepada anak-anak yang ditempatkan di Glade kepada Minho, Alby, Newt, dan yang lainnya. Meski dirinya gentar dan tidak terlalu yakin pada keputusannya, tekad Thomas sangat menggugah. Ketika semua orang menjadi takut, Thomas akan menjadi satu-satunya yang menunjukkan keberanian, agar keberanian itu menular, dan menjadi peredam bagi ketakutannya—yang selalu berhasil ia tutup-tutupi—sendiri. Saya juga menyukai Minho. Cowok berdarah Asia, seorang pelari dengan kecerdasan emosional yang cukup stabil untuk menghadapi teror Glade. Minho memiliki solidaritas yang total dan sungguh-sungguh. Dia menjadi yang pertama membela Thomas ketika dia diremehkan hampir seluruh penghuni Glade. Lalu ada Alby dan Newt, sosok pimpinan Glade dengan kharisma masing-masing. Keduanya memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan sigap di saat-saat kritis. Lalu karakter minor favorit saya jatuh pada Chuck. Bukan siapa-siapa di Glade, namun memiliki peran yang krusial di detik-detik genting.
Biasanya, saya akan kesulitan menyukai cerita dengan latar belakang misterius dan disamarkan dengan sengaja untuk mengejutkan pembaca secara dramatis. Tapi saya menyukai petualangan dalam The Maze Runner yang dikisahkan melalui sudut pandang orang ketiga, yang berhasil melibatkan saya untuk ikut menebak-nebak apa yang akan saya hadapi selanjutnya ketika membalik halamannya lagi, seolah-olah saya bagian dari Tim Thomas. Secara perlahan, dunia dalam The Maze Runner menguak dirinya sendiri, dan saya bisa merasakan adrenalin saya berpacu setiap para pelari keluar dari Glade untuk memasuki Maze, ketika Thomas berhadap-hadapan dengan Griever, ketika pintu Glade tidak lagi menutup sehingga Griever dapat masuk kapan saja, dan ketika Griever mulai membawa 1 anak pergi dari Glade setiap malam. 
The Maze Runner sangat imajinatif, paduan kreativitas yang total dengan kadar kegilaan yang  mengejutkan. James jelas sangat tahu caranya mengendalikan ketegangan dalam garis naik-turun yang acak dan tidak terduga. James Dashner menaburkan teka-teki di setiap halaman buku ini. Sejak awal hingga akhir. Setiap kali satu pertanyaan terjawab, jawaban itu akan melahirkan pertanyaan yang lain. Dan di akhir, satu pertanyaan besar terpampang jelas, dengan jawaban yang hanya bisa ditemukan di sekuel buku ini. Para penggemar genre fantasi dan petualangan tidak boleh melewatkan buku ini.
Kredit Gambar

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...