Wednesday, November 12, 2014

Anti-heroisme & Kacamata Mitch

Judul buku: The Five People You Meet in Heaven
Jumlah halaman: 208 halaman
Penulis:
Penerjemah:
Tahun terbit: Juli 2014 (cetakan VII; pertama kali terbit tahun 2003; pertama kali terbit di Indonesia tahun 2005)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0656-8
Ini kisah tentang lelaki bernama Eddie dan kisah ini berawal di akhir, ketika Eddie sekarat di bawah terik matahari. Memang kelihatannya aneh memulai kisah dari akhir. Tapi semua akhir adalah juga permulaan. Hanya saja kita tidak tahu pada saat itu (hal. 7)
Jadi, demikianlah. Kisah ini memang milik seorang lelaki berusia lewat paruh baya bernama Eddie. Sehari-hari Eddie bekerja sebagai teknisi wahana permainan di Ruby Pier.
Dia memeriksa wahana-wahana permainan dan memastikannya aman. Saat kisah ini dimulai, Eddie sedang menjalankan tugasnya yang monoton itu, yang sudah dijalaninya selama puluhan tahun. Dan tepat pada saat itu, kematiannya sedang menjelang. Tetapi Eddie yang tidak tahu apa-apa, berjalan terpincang-pincang, mengelilingi Ruby Pier untuk memeriksa baut-baut longgar, papan-papan yang mungkin lepas, atau jika ada baja-baja yang rapuh. Padahal itu adalah ulang tahunnya yang ke 83. Tapi tentu saja, di usianya yang seperti itu, adalah hal yang lucu jika masih ada pesta dan kue dengan lilin. Lalu, tanpa pernah diduga siapa pun, sebuah kepanikan terjadi. Salah satu kabin Freddy’s Free Fall yang berada di ketinggian, sedang bersiap meluncur ke bawah, jatuh bebas, untuk selanjutnya menghantam dunia Eddie, dan merenggutnya.
       Sejak awal, buku ini sudah terasa begitu menjanjikan. Dengan judul yang sangat grabbing attention, bahkan sebelum membuka halaman pertamanya, buku ini sudah sangat mengundang rasa penasaran yang meluap-luap. Benarkah, ketika kau tidak lagi menjadi bagian dari dunia ini, kau akan berada di surga dan menjumpai lima orang? Dan siapakah kelima orang itu? Meski premis ini dibangun dari, yang disebut Mitch Albom sebagai, dugaan dan harapan tentang sebuah akhir kehidupan, tapi tetap saja, Anda tidak bisa dan tidak akan mau melewatkan buku ini begitu saja. 
        The Five People You Meet in Heaven mengisahkan sesosok tokoh anti-hero bernama Eddie. Seorang lelaki dengan kehidupan normal dan sangat biasa. Seperti orang lain, Eddie juga memiliki cita-cita yang besar. Jauh lebih besar dari sekadar, yang disebut anak-anak pengunjung Ruby Pier sebagai, Tukang Periksa di Ruby Pier. Tapi, kau tahulah, bagaimana hidup. Selalu ada yang disebut dengan twist yang tidak menyenangkan atau twist yang tidak sesuai harapan. Dan twist yang semacam itu adalah yang biasanya ditemukan oleh orang-orang seperti Eddie. Alih-alih bisa kuliah di jurusan teknik, Eddie hanya bisa menjadi teknisi di taman bermain. Dan di usia muda, ia menjadi bagian dari barisan pemuda yang ikut berperang, hanya untuk mendapati kakinya tidak berfungsi sebaik yang dulu. Belum lagi, kebekuan yang terjadi di antara dirinya dengan ayahnya. Meski tidak menerima keadaan-keadaan itu, Eddie hampir tidak pernah mengemukakan penolakan-penolakannya. Ia menelan semuanya diam-diam, sendirian.
Tapi ayah-ayah bisa merusak anak-anak lelakinya, dan aku boleh dikatakan telah rusak sejak saat itu. Aku penggugup, dan waktu beranjak dewasa, aku jadi orang dewasa penggugup (hal. 45)
        Mitch Albom nampaknya menantang dirinya sendiri untuk mengisahkan kehidupan lewat tokoh anti-hero. Saya cukup terkejut karena bisa menyukai Eddie sejak awal kemunculannya di Ruby Pier, hanya sesaat sebelum keberangkatannya menuju surga. Eddie yang dingin dan tampak galak, memiliki kehangatan yang hanya ia tunjukkan kepada anak-anak.
Eddie, seperti halnya tokoh-tokoh dalam buku-buku Mitch yang lain, adalah tokoh yang familier dalam keseharian kita. Seseorang dengan kehidupan biasa, dengan riak yang nyaris identik dengan yang terjadi pada kita. Seseorang yang menginginkan sesuatu, hal yang besar yang dia pikir dapat dia lakukan, namun ternyata tidak. Akan tetapi, cerita tidak benar-benar berakhir di sana. Selalu ada alasan untuk segala sesuatu. Ada alasan, mengapa Eddie harus begitu dan bukannya begini. Itu terjadi pada setiap dari kita. Dan Mitch, lewat The Five People You Meet in Heaven ingin mengatakan sesuatu tentang itu, kepada kita. Semacam penghiburan bijak, dengan efek menyejukkan dan menghangatkan pada saat yang sama: siapa pun dirimu, seperti apa pun adamu, kau istimewa, disayangi, dicintai, pernah begitu dibutuhkan. Seperti apa pun kau memandang dirimu sendiri, seburuk apa pun dirimu bagimu sendiri, kau pernah berarti untuk orang lain, jatuhmu pernah menjadi kebangkitan orang lain, dan matimu telah memberi kehidupan besar dalam semesta ini.
        Sekali lagi, Mitch Albom menunjukkan sudut pandang tak biasa tentang hal-hal biasa di sekitar kita. Nilai-nilai keberartian dari hal-hal yang hampir tidak berarti dalam pandangan kita. Bermain dengan plot yang jungkir balik, kisah Eddie ini menjadi sama sekali berbeda dan jauh terasa lebih menyenangkan jika membayangkan kisah ini ditulis dengan plot yang mainstream. Bermula dari akhir, untuk permulaan baru yang jauh dari permulaan yang kita kenal. Sederhananya, inilah yang biasa kita dengar sebagai kehidupan setelah kematian. Initentulah premis yang akan mengundang beragam pandangan jika dilihat dari berbagai kepercayaan personal, tetapi saya sama sekali tidak mempermasalahkan bagaimana Mitch Albom membangun surga bagi Eddie. Saya hanya ingin memfokuskan diri pada lima orang yang ditemui Eddie. Lima orang yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama hidupnya hampir tidak pernah dia coba untuk memuntahkannya di hadapan seseorang. Dan lewat pertemuan itu, bukan hanya Eddie yang belajar tentang sesuatu. Bukan hanya kita yang belajar tentang yang dipelajari Eddie. Kita juga akhirnya bisa menemukan hal yang lebih besar: betapa kehidupan kita telah dipengaruhi oleh kehidupan orang lain, dan sebaliknya.
Itu karena jiwa manusia tahu, jauh di lubuk hati mereka, bahwa semua kehidupan saling berkaitan. Kematian bukan hanya mengambil seseorang, tapi juga luput dari orang lain, dan di celah kecil antara kena dan nyaris, kehidupan berubah (hal. 53). 
         The Five People You Meet in Heaven adalah pengalaman baca yang sangat berharga. Saya mulai menikmati segala yang bisa saya lihat lewat mata seorang Mitch Albom. Keistimewaan yang sederhana. kesederhanaan yang istimewa. Saya pasti akan merekomendasikan buku ini untuk orang-orang terdekat saya.
sumber gambar tidak diketahui

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...