Friday, August 23, 2013

Ketika Cinta Adalah Penyakit

Original title: Delirium
Author : Lauren Oliver
Page: 518 pages
ISBN13: 9789794336465
Published January 1st 2012
Publisher: Penerbit Mizan Fantasi (first published February 1st 2011) 
Literary Awards:

Kirkus Reviews Best Teen Books of the Year (2011)
 Lena pikir, dunia benar-benar memusuhi cinta. Seluruh Portland dan juga Amerika, ingin menyelematkan warga kota dan negaranya dari Amor Deliria Nervosa. Penyakit yang berbahaya dan mematikan. Seseorang yang jatuh cinta akan rentan terhadap kesedihan. Cinta jugalah yang membuat ibunya memisahkan diri darinya, lalu bunuh diri. Tapi tiba-tiba saja, di hari penyembuhan-nya, sebuah kekacauan terjadi. Dan di sanalah Lena melihatnya untuk pertama kali. Pemuda itu.

Bermata terang, seterang warna rambut dan senyumnya, mengedipkan mata padanya. Mau tak mau, dari pemuda itu Lena mengetahui bahwa ada ribuan Alam Liar di luar dunia mereka. Alam yang mengagungkan cinta. Tempat yang menebarkan kasih sayang. Seperti yang pernah ia lihat dari ibunya. Mengajaknya berdansa dan bernyanyi untuknya dan Rachel. Tempat yang dipisahkan pagar kawat tinggi beraliran listrik yang siap menghanguskan tubuh Invalid dan para pembangkang yang mencoba menembusnya. Lalu Lena pun sadar, ia menyukai musik yang--dilarang keras di Portland--diperdengarkan Hana--sahabatnya--padanya, dan juga puisi yang dibacakan Alex untuknya hingga ia tertidur. Ia mulai merasakan gejala Amor Deliria Nervosa seperti yang ia pelajari di kelas dan baca di buku-buku. Dan hanya ada satu cara untuk menyelamatkan cintanya, jika ia mau: melarikan diri ke Alam Liar. Delirium dikisahkan dengan sudut pandang orang pertama tunggal, yakni lewat seorang gadis bernama Magdalena Halloway. Gadis pendiam yang pemurung, pesimis, tidak percaya diri, penggugup, dan hanya memiliki sahabat tunggal bernama Hana. Lena selalu dihantui kenangan bunuh diri ibunya karena cinta. Ia pikir, semua orang sudah mengetahui hal itu sebagai kebenaran umum. Maka ia pun begitu bersemangat dengan hari penyembuhan-nya. Karena menurutnya, itulah satu-satunya cara untuk menunjukkan pada orang-orang di sekitarnya bahwa ia berbeda dengan ibunya. Namun saat mengenal Alex lebih jauh, ia berubah pikiran. Lena tak ingin lagi disembuhkan. Sementara itu, Alex, adalah tipikal karakter favorit pembaca gadis belia. Berwajah menarik dan bertubuh atletis, memiliki sikap melindungi yang mudah membuat jatuh cinta. Dan di atas segala-galanya, Alex dipenuhi cinta. Dan juga, romantis! Sanggupkah Lena menjadi musuh seantero Portland demi cinta Alex? Oleh Lauren Oliver Delirium menjadi sebuah kisah yang indah. Premis besarnya catching interest, menurut saya. Saya sudah membaca banyak kisah cinta. Dan sudah bisa diduga, semua kisah itu mengagungkan cinta dan segenap kekuatannya setinggi-tingginya. Tapi Delirium mengambil latar kota di mana cinta adalah sebuah penyakit yang harus diberantas, dan bagi pengidapnya diperlakukan dengan kejam laksana teroris. Saya berharap, kisah serial ini benar-benar benar-benar berakhir dengan dunia yang tanpa cinta ^_^ Well, it's a big impossible, anyway. Narasi yang manis dan detil yang cerdas Delirium membawa pembaca larut dalam situasi emosional tokoh-tokohnya. Kisah cinta terlarang Lena-Alex tersaji dengan manis, penuh tantangan, dan juga berbahaya. Dengan akhir cerita yang mendebarkan, saya memiliki semua alasan yang dibutuhkan untuk segera beralih pada Pandemonium. Secepat-cepatnya. 4 out of 5 stars!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...