Friday, May 30, 2014

Satu Rumah Untuk Banyak Cinta

Judul buku: Nightingale's Crook
Jumlah halaman: 330 halaman
Penulis: Wiryanti Septiani
Editor : Misni Parjiati
Tahun terbit: Desember 2013
Penerbit: De Teens (Diva Press)

Alarish Haines telah jatuh cinta kepada Archie sejak mereka bertemu di universitas. Padahal saat itu, Alarish telah memiliki kekasih. Archie pun dekat dengan banyak gadis. Meski begitu, Archie tetap memberi perhatian khusus kepada Alarish. Lalu tibalah saat di mana mereka harus menjalani pilihan hidupnya masing-masing. Archie menikah dengan seorang gadis yang mudah menangis bernama Abigail, yang ditemuinya di bukit, dan memiliki tiga orang anak. Setelah kematian Abigail, Archie kembali mendatangi Alarish. Lalu Alarish meninggalkan kekasihnya, Emil, demi Archie.
Emil bertemu Liddy, gadis yang ceria dan jujur, lalu menjalin kasih dengannya. Namun, Emil kemudian menghilang begitu saja. Meninggalkan Liddy yang masih mencintainya. Bertahun-tahun kemudian, mereka berempat: Alarish, Liddy, Archie, dan Emil, bertemu di Nightingale's Crook. Penginapan sekaligus rumah milik Archie. Kisah cinta segi empat mereka pun terurai di sana.
Kisah dimulai dengan obrolan antara Archie dan puteri-puterinya yang sedang mendengarkan dongeng darinya, lalu dalam sekejap, adegan meloncat pada pertemuan Liddy dan Alarish di galeri yang sedang memamerkan lukisan Blair Wilden--pelukis yang dikagumi Liddy. Inilah awal mula saya menyadari, bahwa pengisahan Nightingale's Crook akan bermain dalam teknik jumping yang mengasyikkan. Teknik ini tampaknya dipilih penulis untuk mengecoh pembaca tentang, siapa tokoh utama dan konflik jenis apa yang akan tersaji di buku ini. Saya bermain dengan dugaan itu sepanjang perjalanan saya membaca Nightingale's Crook. Dan ya, saya terkecoh. Bukan jenis terkecoh yang menyenangkan, tentu saja. Menemukan tokoh dengan karakter yang loveable dan telah berempati sangat dalam kepadanya, namun ternyata dia bukanlah tokoh utama. Atau, dia memang tokoh utama, namun hanya memiliki sedikit porsi pengisahan. It's a mistery!
Nightingale’s Crook adalah novel pemenang Lomba Novel Romantik Inspiratif yang diadakan penerbit Diva Press. Dituturkan dengan piawai oleh Wiryanti Septiani, dengan detil yang cermat dan sarat emosi. Dengan berani penulis bermain dengan dua jenis sudut pandang. Sudut pandang orang kedua saat mengisahkan Archie, dan sudut pandang orang pertama saat mengisahkan Alarish dan Liddy. Mengejutkan, karena penulis cukup berhasil memberi warna yang berbeda untuk pengisahan karakter-karakter tersebut. Sayangnya, porsi kisah keempat tokohnya timpang. Liddy hanya memiliki sedikit porsi pengisahan, sedang Emil sama sekali tidak dikisahkan lewat sudut pandang tersendiri, padahal keduanya adalah tokoh penting yang sangat mempengaruhi alur cerita. Kedua tokoh tersebut bahkan diilustrasikan pada sampul novel ini, sehingga terkesan seperti tokoh utama.
Wiryanti Septiani mengisahkan Nightingale's Crook dalam latar Inverness dipadu keindahan Sungai Ness tanpa tergoda mendikte pembaca dengan banyak informasi khas artikel perjalanan. Itu sebuah nilai plus. Drama Nightingale's Crook yang emosional berpadu harmonis dengan keindahan latar dan detail deskripsi yang memukau. Sayangnya, pergeseran konflik yang terlalu tajam dan mendadak beresiko membuat pembaca kehilangan koneksi dengan alur cerita dan harus sesekali menelan kecewa. Dengan pengantar cerita yang seolah menjanjikan roman cinta yang rumit, pembaca tentu telah menduga-duga konflik segi empat Liddy-Alarish-Archie-Emil kemudian. Namun setelah kisah berpindah latar ke Nightingale's Crook—di mana konflik memuncak, konflik beralih pada drama keluarga Archie. Banyaknya porsi konflik yang dijejalkan pada cerita tersebut akan membuat pembaca seringkali kehilangan arah dan harus berbalik untuk menemukan pegangan yang tepat, sebelum akhirnya kembali melanjutkan cerita. Namun demikian, Nightingale’s Crook adalah roman yang mampu memikat pembaca dengan gaya penceritaannya. Sebuah kisah yang indah tentang cinta yang harus berakhir bahagia, meski terasa menyakitkan pada awalnya. Dan Nightingale’s Crook adalah rumah yang menyimpan peta menuju jalan kebahagiaan itu. Sebuah rumah untuk banyak cinta.

 


Resensi ini telah dimuat di web rimanews

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...