![]() |
This picture's modified by me. Click here to see the source |
Teritori
Dongeng—yang sekarang telah menjadi Worth Reads—vakum lebih dari setengah
tahun! Saya tidak ingin percaya bahwa saya begitu careless terhadap
blog ini. Lebih dari itu, saya merasa sangat zalim. Berawal dari kepindahan
saya selama beberapa waktu ke luar Kota Kendari, dan berakhir dengan kepindahan
saya kembali ke kota kelahiran saya ini. Saya sulit beradaptasi dengan
perubahan-perubahan, meski saya seringkali bersikap impulsif terhadap segala
sesuatu. Dalam hal-hal yang melibatkan emosi, saya lebih suka melakukan
perencanaan-perencanaan.
Jadi, itulah yang terjadi. Saya menelantarkan
Worth Reads dengan cukup kejam. Setelah kepindahan saya ke salah satu daerah
pelosok di Pulau Muna, saya masih berupaya meng-update Teritori Dongeng.
Sayangnya, penyedia jaringan internet yang biasa saya gunakan, tidak tersedia
di daerah tinggal saya yang baru. Saya harus menempuh lima puluhan menit
perjalanan mobil untuk tiba di kota agar dapat terkoneksi dengan internet.
Hanya beberapa minggu setelahnya, saya pun menyerah. Tragisnya, karena begitu
banyak kendala teknis, ada saat di mana saya bahkan tidak bisa membaca buku
sama sekali. Jadi, senang sekali rasanya, saya bisa kembali ke kota ini
dan mulai terbiasa dengan ritme rutinitas saya yang baru. Semoga saja, 2016
menjadi tahun yang produktif bagi saya, dalam banyak hal. Termasuk,
tentu saja, membaca dan menuliskan ulasan untuk buku-buku yang sudah saya
baca.
Dengan
sedih dan berat hati, saya harus membuat pengakuan ini: saya gagal dalam semua
tantangan baca yang saya ikuti di tahun 2015. Karena kecewa, saya bahkan
tidak sanggup membuat rekap bacaan saya untuk lima bulan di tahun lalu.
Saya memutuskan untuk menekan tombol reset dan memulai
lagi dengan semangat di tahun ini. Bukankah itu aturan main hidup di planet
ini? Kita gagal dan kita mencoba lagi. Itu adalah kepastian yang berjalan dalam
mekanisme yang konstan. Bukan begitu? Jadi, tahun ini, saya sudah memilih tiga
tantangan baca yang akan saya ikuti. Ketiga tantangan ini identik dalam
hal read in freestyle ^_^ Karena itulah saya
memberanikan diri untuk menjajal
ketiganya. Berikut ini ketiga tantangan baca tersebut.
2016 Reading Challenge Ala Komunitas Penimbun
Buku
Saya
bergabung di grup facebook Komunitas Penimbun Buku tahun lalu.
Menyenangkan sekali berada di tengah-tengah orang-orang yang memiliki
kemiripan dengan kita. Di waktu senggang, saya menikmati obrolan remeh-temeh di
sana. Mengomentari kebiasaan menimbun buku anggota lainnya, mengintip blog-blog
buku lain, dan membaca review-review singkat yang ditulis penuh rasa tanggung
jawab. Tahun lalu, saya juga mencoba 2015 Reading Challenge yang
diadaptasi Komunitas Penimbun Buku dari sebuah blog asing. Dan seperti yang
sudah saya ceritakan sebelumnya, saya tidak memenuhi tantangan itu dengan
memuaskan. Jadi, tahun ini, saya memulainya lagi. Aturan di tahun ini jauh
lebih longgar dari tahun sebelumnya. Ada sederetan panjang tema bacaan yang
bisa dipilih. Empat tema akan muncul sebagai tema wajib di setiap bulannya.
Tapi Challenger diperkenankan membaca buku dari tema mana pun
yang diinginkan, tanpa terikat tema bulanan yang ditetapkan. Dengan syarat,
wajib membagikan review buku yang sudah di baca di laman grup. Saya pun menjajal tantangan ini
dengan senang hati.
Read
At Your Own Risk
![]() |
Click picture to read the complete info about this RC |
Tantangan
baca ini dihelat oleh Mbak Yuska. Tidak ada syarat sama sekali selain
mendaftarkan link review buku yang dibaca di sebuah linky yang sudah disediakan.
Tidak ada kewajiban memasang Reading Challenge banner,
dan sebagainya. Tema bacaan setiap bulannya ditentukan oleh penyelenggara event. Untuk Januari
misalnya, temanya adalah buku-buku dengan judul yang mengandung kata hujan atau buku-buku
dengan sampul berwarna biru. Ketika membaca ketentuan ini untuk pertama kali,
dengan serta merta, lonceng kecil di kepala saya berdentang tiga kali. Ini dia!
Saya akan menjajal yang ini juga! Begitulah kurang lebih artinya ^_^ Rasanya
seru saja, seperti ajakan tiba-tiba untuk belanja ke supermarket depan rumah: “Hei! Stok sereal dan tomat dan
tepung panir kita habis! Ayo belanja ke supermarket depan rumah!”.
Lagipula, saya memiliki beberapa stok buku bersampul biru dalam timbunan. Waktu
yang baik untuk mereduksinya sekarang. Woohoo to the moon and back!
2016 Young Adult Reading Challenge
![]() |
Click picture to read the complete info about this RC |
Saya
tidak mengikuti tantangan ini tahun lalu. Alasannya sederhana: saya sudah
berencana menghabiskan timbunan bacaan saya, yang kebetulan sekali, tidak ada
buku dewasa muda di dalamnya. Tapi lantas beberapa hari yang lalu, saya
mendapatkan beberapa… tidak! Cukup banyak buku young adult berbahasa
Inggris dan berformat ebook. Dan memang, salah satu rencana besar
saya di tahun ini adalah, memperbaiki bahasa Inggris saya yang sangat payah.
Lagipula, kebetulan sekali, saya juga sedang tertarik dengan genre young
adult ini. Jadi, what a beautiful coincidence! ^_^
Pada
akhirnya, saya tidak akan mencantumkan daftar baca saya untuk tiap tantangan
baca di tahun ini. Saya hanya ingin menikmati iklim baca 2016 saya dengan cara yang
menyenangkan. Impulsif dan tak terduga. Seperti ajakan kencan yang tiba-tiba
saat kau sedang bergelung di bawah selimut di hari hujan, dalam piyama kusut
dan rambut yang hanya dimiliki manusia yang tidak mengenal peradaban. So,
please wish me a great fun reading of 2016! And I wish you so, buddies!
Cheers! ^_^
No comments:
Post a Comment