Sunday, September 14, 2014

Kisah-Kisah Cinta yang Tidak Omong Kosong

Judul buku: Cinta yang Hilang
Jumlah halaman: 120 halaman
Penulis: O. Henry
Penerjemah: Sunaryono Basuki K.S
Editor : Dian Pranasari & Anton KurniaTahun terbit: Januari 2011
Penerbit: Serambi
ISBN13: 978-979-124-241-8
Harga beli: Rp.12.000,- dari Dojo Comic
Memang benar adanya, bahwa cinta ternyata, telah dikisahkan dari zaman ke zaman dengan berupa-rupa keadaan. Abad demi abad memiliki  fenomena cintanya masing-masing, yang akan diingat hingga di masa depan. Cinta yang Hilang adalah rangkuman cerita-cerita cinta terbaik karya William Sydney Porter atau yang di dunia sastra dikenal sebagai O. Henry.
Sebagian besar dari ketujuh cerita ini berlatar New York City di awal abad kedua puluh. O. Henry menampilkan karakter-karakter otentik dari berbagai latar belakang: borjuis, pencoleng, seniman, penulis, dalam beragam lika-liku cinta yang penuh kejutan. Dengan kepiawaian seorang pencerita ulung, O. Henry memotret realitas New York City di awal abad kedua puluh dan membingkainya dalam kisah-kisah cinta yang hidup dan sukar ditebak akhirnya. Cinta yang Hilang, Hadiah Kejutan, Bukti Cerita, Semata-mata Bisnis, Kenyataan adalah Sandiwara, Perempuan dan Suap Menyuap, Demi Cinta. Sulit bagi saya untuk menentukan ranking cerita terfavorit dari seluruhnya. Tapi saya akan mencoba mengisahkan kembali secara singkat beberapa di antaranya, yang masih saya ingat bahkan setelah berminggu-minggu melepaskan buku ini dan mengembalikannya ke rak.
Saya memilih Demi Cinta untuk posisi keempat. Sebuah kisah tentang pelukis bernama Joe Larrabee dan penyanyi berbakat Delia Caruthers yang saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah setelah perkenalan mereka yang singkat. Keduanya begitu berdedikasi terhadap seni. Mereka berpegang teguh pada adagium: Ketika seseorang mencintai seni, tak ada pelayanan yang terasa membebani. Namun setelah berumah tangga, mengutip O. Henry, bendera Seni pun merosot. Keduanya tidak mampu menggantungkan hidup sepenuhnya pada seni. Lukisan Joe tak selalu laku, dan Delia tidak akan bernyanyi terus menerus. Mereka pun berupaya saling menopang dengan ikhtiar seni yang lain. Henry tidak semata-mata menyampaikan misi pengorbanan cinta yang akan senantiasa membahagiakan atau bersetia pada seni akan membawamu kepada kebahagiaan yang lain dalam kisah ini. Ia juga mengritik rendahnya penghargaan akan seni dan apresiasi terhadap seniman.
Hadiah Kejutan menempati posisi terfavorit ketiga. Masih tentang pengorbanan cinta antarsepasang kekasih. Pasangan suami-istri Jim dan Della sedang merencanakan hadiah natal istimewa bagi satu sama lain, meski keluarga kecil itu sedang diimpit masalah ekonomi.
... kehidupan terdiri dari isakan, bau busuk, dan senyuman, dengan bau busuk yang lebih unggul [21-22]
Pada akhirnya, keduanya mengorbankan benda paling berharga milik mereka  untuk hadiah yang tampak sia-sia--meski sebenarnya tidak.
Posisi kedua saya berikan untuk Bukti Cerita, yang berkisah tentang seorang redaktur majalah beroplah besar bernama Westbrook yang suatu ketika bertemu dengan kenalan lamanya, Dawe, yang merupakan seorang penulis yang pernah mengirimkan cerita pendek--yang kemudian ia tolak--ke majalahnya. Padahal Dawe telah menggantungkan hidupnya pada menjual fiksi. Pada pertemuan mereka yang tidak disengaja itu, Dawe meminta penjelasan Westbrook untuk penolakan atas cerita pendeknya. Westbrook pun membeberkan sejumlah alasan mengapa ia menolak Tanda Bahaya Jiwa milik Dawe yang berpenampilan begitu kumal--sehingga cukup menjelaskan kemiskinannya. Dialog antara keduanya sangat menarik, menghibur, meski menyedihkan, tetapi Henry menyelipkan humor yang cerdas untuk melarutkannya. Ketika Dawe menyindir Westrbook bahwa sang Redaktur lebih tertarik kepada drama, Dawe membantahnya dan mengatakan bahwa seorang ibu yang putranya diculik tidak akan sempat mengatakan sesuatu dengan puitis, melainkan dengan bahasa sehari-hari dengan bumbu emosi yang jauh dari dramatis. Dengan senang hati, saya akan mengutip sepenggal dari dialog itu untuk Anda.
"Akan kukatakan apa yang akan dikatakan perempuan itu dalam kehidupan nyata. Dia akan mengatakan:  'Apa? Bessie diculik lelaki asing? Ya Tuhan! Ada saja kesulitan sesudah kesulitan lain. Aku harus bergegas ke kantor polisi. Katakan, kenapa tidak ada yang peduli padanya? Demi Tuhan, minggirlah atau aku tak akan siap. Bukan topi yang itu, yang berwarna cokelat dengan simpul beluduru. Bessie pasti sudauh gila, dia biasanya malu dengan orang asing. Apa bedakku terlalu tebal? Oh Tuhan, betapa aku bingung!'"
"Begitulah caranya dia ngomong," sambung Dawe. "Orang di dalam kehidupan nyata tidak akan berpaling pada sajak-sajak pada saat mengalami krisis emosional. [41]
Lalu Dawe mengusulkan sebuah pembuktian kepada Westbrook. Jika pembuktiannya positif, dia ingin Westbrook menerima cerita pendeknya. Westbrook akhirnya menyetujui persyaratan itu. Dan sebuah kenyataan mengejutkan sudah menunggu mereka. Di sini Henry menyoroti ironi kehidupan pengarang di zamannya dengan blak-blakan tapi dengan cita rasa yang lebih berbobot dari sekadar menggerutu sambil bersimpati.
Saya memilih Cinta yang Hilang sebagai cerita terfavorit, karena ironi yang mematahkan asumsi umum tentang kisah cinta yang harus terjelaskan dan tuntas dikisahkan. Kisah ini bertutur tentang seorang pemuda yang mencari wanita yang dicintainya yang telah menghilang. Ia lalu tiba di sebuah kamar sewa kecil yang cukup jorok dan disewakan dengan harga yang agak tidak pantas.
Kamar kos berperabotan itu menyambut sang penyewa terakhir dengan kilau keramahtamahan palsu serta ucapan selamat datang yang ribut, bagaikan senyum penuh tipu. Kesenangan duniawi tergambar dalam wujud perabotan yang lusuh, brokat compang-camping tilam sofa dan dua tempat duduk .... [11]
Sang pemuda bertanya jika Ibu Sang Pemilik Kamar mengetahui keberadaan seorang gadis yang sering bernyanyi di panggung, bernama Eloise Vashner. Sang Ibu Pemilik Kamar yang ingin bertahan hidup akhirnya mengaburkan informasi penting tentang keberadaan kekasih sang pemuda. Jika Anda membaca sendiri kisah itu, Anda akan menemukan bahwa ironi yang tersembunyi--yang jika saya beberkan akan membuat review ini tampak sangat sok tahu dan semakin kurang bobotnya--itu begitu menyedihkan.
Empat setengah bintang saya anugerahkan untuk kumpulan cerita pendek ini. Untuk urutan cerita--yang dalam dunia musik diterapkan dalam menyusun tracklist dan sangat mempengaruhi mood mendengarkan para pembeli sebuah album--dalam kumpulan cerita ini memuaskan. Saya berharap bisa membaca versi bahasa Inggrisnya suatu saat, untuk menemukan sendiri apakah penerjemahan buku ini sudah cukup menginterpretasikan gaya klasik yang membuat deskripsinya terasa berbeda. Meski desain sampul buku versi terjemahan ini tidak begitu menarik, ini buku yang wajib berada di Your Most Precious Shelf. Dan lebih dari segalanya, empat setengah bintang itu juga milik kecerdasan dan kejenakaan Henry yang mengemukakan berbagai gagasan tokoh-tokohnya dengan beragam emosi terasa aneh ketika bercampur tapi juga terasa pas, dan daya kritisnya terhadap nilai-nilai moral di zamannya. Kisahnya yang terurai dengan padat sangat mengayakan, dan potret kehidupan yang digantungnya di sana sini menjadikan kisah-kisahnya tampak jauh dari omong kosong.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...