Thursday, June 26, 2014

Pemberontakan Putih Anak-Anak Pemulung

 Judul buku: TRASH - Anak-Anak Pemulung
 Jumlah halaman: 260
Penulis: 
Penerjemah: 
Tahun terbit: Juli 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN13: 9789792286359
Penghargaan Sastra: 
Namaku Raphael Fernandez dan aku pemulung cilik. Banyak orang bilang padaku, "Siapa yang tahu apa yang bakal kautemukan selagi memilah-milah sampah! Mungkin saja ini hari keberuntunganmu." Dan aku selalu menjawab mereka, "Kawan, sepertinya aku tahu persis apa yang bakal kutemukan." Dan aku tahu apa yang ditemukan semua pemulung lain di sini, karena aku tahu pasti apa yang kami temukan selama tahun-tahun panjang yang kuhabiskan untuk bekerja, totalnya sebelas tahun. Hanya satu kata: tinja, ....
Suatu hari di Kota Sampah Behala, sebuah tas ditemukan oleh Raphael yang dekil dan penuh rasa ingin tahu. Di dalam tas itu ada kartu identitas seorang lelaki dan foto puterinya, juga sebuah kunci. Bersama Gardo, sahabatnya, dan seorang lagi anak lelaki yang segera menjadi sahabat baru mereka, Tikus alias Jun-Jun, mereka bertekad menemukan pintu yang kuncinya telah mereka miliki, tanpa pernah menduga bahaya di balik pintu itu. Dari pemulung, kasta Raphael, Gardo, dan Tikus meningkat menjadi buronan polisi. Mereka meninggalkan rumah sampah mereka di Behala, menyusuri kota untuk menyelamatkan diri, Raphael lolos dari siksaan di penjara, tetapi ia tak bisa lagi pulang ke rumah. Apa pun yang mereka buru, mereka tahu, mereka tidak boleh berhenti. Mereka harus terus berlari, atau tertangkap dan menjadi pecundang. Tidak peduli seberapa besar resikonya. Kemalangan tidak pernah datang sendiri, keberuntungan akan menyertainya. Raphael, Gardo, dan Jun-Jun semakin dekat dengan tujuan mereka. Taruhan resikonya pun semakin besar. Ketiga anak pemulung itu percaya, mereka diberkati roh dua lelaki baik hati yang perjuangannya harus mereka teruskan. Mereka pun semakin dekat dengan Cahaya Paling Terang.
Berlatar belakang Behala, sebuah tempat yang terkenal karena merupakan lokasi TPA terbesar di Manila, Trash menyuguhkan kisah petualangan tiga pemulung anak-anak yang pemberani, dalam rasa persahabatan yang hangat, serta cinta kasih segelintir orang yang masih peduli pada gertakan nuraninya. Pengisahan bergaya epistolari yang lugas, akan mengantar kita mengikuti penemuan jawaban teka-teki yang membuat Raphael, Gardo, dan Jun-Jun rela mengorbankan apa pun, dan melakukan apa saja. Pengisahan berpindah dari Raphael, Gardo, Jun-Jun, lalu kepada beberapa tokoh minor namun memiliki peran penting dalam cerita ini. Trash adalah buah kritik terhadap pemerintahan korup yang menjalankan rezim tiranik, yang dikemas dengan cara yang sulit digugat kuasa mana pun. Melalui karakter anak-anak yang--sedang menjalani fase paling canggung dalam tahapan kehidupannya--jauh dari sempurna, Andy Mulligan menyuarakan upaya mencungkil endapan dosa pemerintah ke permukaan, dengan cara yang tidak anarki, namun memiliki efek yang tidak sepele terhadap sang Pendosa. Lebih dari itu, semuanya akan berbeda jika suara itu keluar melalui lisan anak-anak yang hanya mengenal sampah di sepanjang hidupnya, dan buta politik sama sekali, kecuali tentang keadilan dan ketidakadilan, bersalah dan tidak bersalah. Andy Mulligan, saya kira, telah menemukan cara efektif paling cerdik untuk melakukan pemberontakan putih yang alih-alih mengundang curiga, justru mampu menyerap segenap empati dan dukungan lewat Raphael yang berpendirian teguh, Gardo yang sangat solider, serta Jun-Jun si Penghuni Lubang Tikus yang lincah dan selalu dapat diandalkan.
Saya percaya, buku-buku berdaya adiktif di seluruh dunia, secara umum dapat diklasifikasikan dalam dua kotak raksasa: "Kotak Buku yang Menggugah Lewat Narasinya"--kotak ini berisi buku-buku yang tidak sanggup kauletakkan lagi di atas meja sebelum menamatkannya, dan "Kota Buku yang Menjanjikan Kejutan"--kotak ini berisi buku-buku yang membuatmu tidak kuasa berhenti membalik halamannya. Kita akan sepakat, memasukkan Trash ke dalam kotak yang kedua.
Kredit Gambar

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...