Friday, July 12, 2013

Cukup Katakan "Aku Cinta Padamu"

Book title  : 18 vs 29 (Loving You Forgetting You)
Page         : 316 pages
Author      : Ji Su Hyun
Translator : Rusmalasari & Dwita Rizki Nientyas
Editor       : Lelita Primadani
Publisher  : Romance Qanita

Tiba-tiba saja, Yoo Hye Chan berkata pada Kang Sang Yeong bahwa ia ingin menjadi janda. Jelas saja Kang Sang Yeong menjadi berang. Mereka memang sering bertengkar, tapi menurut Sang Yeong, itu bukan jenis pertengkaran pasangan suami isteri yang saling membenci. Melainkan sebaliknya. Mereka sangat saling mencintai. Tapi tepat di hari kunjungan ke pengadilan--untuk mengesahkan dokumen perceraian mereka, Hye Chan mengalami kecelakaan dan hilang ingatan. Dan saat Hye Chan tersadar dan melihat wajah Sang Yeong yang menatap khawatir padanya, ia menanyakan siapa lelaki itu, lengkap dengan tambahan "Paman" di belakang pertanyaannya.
"Sebenarnya Paman ini siapa, sih?"
"Paman?"
Sang  Yeong syok mendengar kata "Paman" dari mulut istrinya."
"Aku? Aku ini suamimu," jawab Sang Yeong. (page 19)
Yoo Hye Chan adalah wanita berusia 29 tahun yang bercita-cita menjadi penulis skenario terkenal. Wanita cantik yang ceroboh dan keras kepala. Setelah kecelakaan lalu lintas, ia mengalami amnesia parsial dan mengira dirinya sedang berada di tahun 1993 dan masih berusia 18 tahun. Lalu Kang Sang Yeong, seorang aktor ternama dengan bayaran mahal yang selalu tampak cuek dan kejam--sehingga orang yang membencinya sama banyaknya dengan orang yang menyukainya--dan tak tahu caranya menyatakan cinta dengan romantis.
"Apa kau sangat menyukaiku?"
Sang Yeong kehilangan kata-kata. Dia hanya bisa bengong menatap Hye Chan, seolah-olah dia baru dipukul seseorang. Baru beberapa saat kemudian, dia mampu kembali bicara.
"Jangan bercanda!" (page 238)
Beberapa elemen cerita ini mengingatkan saya pada beberapa drama korea yang pernah saya tonton. Yoo Hye Chan yang sangat ingin menjadi penulis skenario mengingatkan saya pada Han Ji Eun dalam drama Full House. Profesi Kang Sang Yeong yang seorang aktor pun persis sama dengan profesi Lee Yeong Jae dalam drama yang sama. Sikap ceroboh dan keras kepala Hye Chan sangat mirip karakter Ji Eun, juga sikap dingin dan kasar Kang Sang Yeong sangat mirip dengan Lee Yeong Jae dalam drama Full House. Pun dengan cara jatuh cinta mereka yang tidak bisa diungkapkan dengan terus terang. Bedanya, Kang Sang Yeong dan Yoo Hye Chan menikah karena saling mencintai. Ah, ada lagi. Hubungan tidak harmonis antara Kang Sang Yeong dengan keluarganya pun sangat mirip dengan hubungan Lee Yeong Jae dengan keluarganya. Lalu, cerita ini pun berlatar dunia hiburan Korea Selatan. Meski begitu, novel yang kisahnya pernah difilmkan di tahun 2005 ini, tidak kehilangan pesonanya sebagai bacaan ringan yang menghibur. Kutipan-kutipan cinta yang disajikan di awal setiap bab-nya sangat menarik. Dialog-dialognya yang khas K-romance segar dan diwarnai beragam emosi. Seringkali lucu, terkadang mengharukan, menyebalkan, bahkan menyedihkan.
"Sepertinya pepatah yang mengatakan demam dan jatuh cinta tidak bisa ditutupi dari siapa pun benar, ya?
"Hanya dalam semalaam, wajah kalian berdua berubah menjadi wajah orang yang jatuh cinta. Saay Kak Sang Yeong menyeret Kakak menghilang entah ke mana, kupikir Kakak akan dipukul."
"Walaupun emosi orang itu sering meluap-luap, dia tidak pernah main tangan pada perempuan."
"Hmmm, berarti dipeluk, ya? Sepertinya benar-benar jatuh cinta. Semuanya jadi begini, ya kalau sudah tidur bersama?"
"Memangnya di dahiku ada tulisan 'kemarin malam aku tidur dengan seorang pria', ya?"
"Di dahi sih tidak, tapi ada capnya di leher." (page 185-186)
Kehadiran tokoh-tokoh pendukung cukup menyemarakkan jalinan kisah cinta Kang Sang Yeong-Yoo Hye Chan. Selain Si Woo--kakak kelas Hye Chan saat SMA yang juga menyukai Hye Chan--yang telah menjadi sutradara, ada pula Yoo Hye Won--adik perempuan Yoo Hye Chan yang periang, blak-blakan, namun sangat mengkhawatirkan kakaknya dan tergila-gila pada Kang Sang Ha--dan Kang Sang Ha--adik lelaki Kang Sang Yeong yang tunawicara, namun sangat bijaksana, berhati lembut, dan tidak ingin berpacaran. Sayangnya, tokoh antagonis Ji Won--yang sejak awal digambarkan sangat posesif terhadap Kang Sang Yeong--tidak berhasil menciptakan konflik yang mengejutkan dan bisa berkesan lama dalam ingatan pembaca. Tapi sepertinya hal itu cukup wajar jika mengingat, novel ini didesain sebagai drama yang ringan.
Pada akhirnya, kisah ingin mengingatkan kita akan pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan asmara. Hanya karena tidak pernah menyatakan cinta, seseorang lelaki bisa mengalami banyak masalah. Mulai dari yang paling sepele seperti tuduhan tidak mencintai pasangannya, hingga yang serumit pengajuan cerai oleh sang istri.
18 vs 29 adalah pilihan bacaan yang tepat menemani perjalanan membosankan atau stres ringan akibat macet perjalanan. Meskipun memuat adegan dewasa, tapi adegan ini tidak dinarasikan dengan vulgar. Cukup aman dikonsumsi remaja mulai dari 16 tahun.
3/5 stars.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...