Sunday, February 17, 2013

Memori

Cr: Goodreads
Book title: Memori
Author: Windry Ramadhina
Publisher: Gagasmedia

Ini bukan jenis karya yang bisa merebut gelar "luar biasa" dari lidahku.
Tapi anehnya, saya menangisi adegan Mahoni menatap foto wisudanya bersama papanya. Bersedih untuk Mahoni yang bertanya-tanya tentang makna pertemuannya kembali dengan Simon. Takjub dengan interaksi Mahoni-Sigi.
Memori, ditulis dengan kelincahan menawan dalam deskripsi latar, detil emosi, dan karakterisasinya. Disajikan dengan sudut pandang pertama tunggal, menjadikan cerita ini memiliki tantangannya sendiri. Windry Ramadhina mengeksekusinya dengan baik. Saya tidak akan terkejut jika dia pernah menjadi nominee dalam KLA 2009.
Ini drama keluarga berlatar belakang dunia arsitektur--yang sangat menarik perhatianku. Jelas, ini referensi arsitektur yang jauh dari membingungkan untuk seorang buta-arsitektur seperti saya--dan dengan bumbu romansa yang mengharukan, tentu saja. Lalu, adegan favorit saya, tentu saja ... adegan-adegan Mahoni-Sigi. Saya tidak akan pernah bisa menjadi Mahoni. Meski saya, sama keras kepalanya dengan dia.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...