Pages

Tuesday, January 06, 2015

Receh Untuk Buku 2015: Dapat Gone Girl di 2014

Tahun lalu, adalah kali pertama bagi saya mengikuti program Receh Untuk Buku. Maka saya mulai mengumpulkan receh untuk buku ini, dari nol besar. Memanfaatkan celengan kaleng bergambar spiderman yang sudah lama jadi sampah masa kecil adik bungsu saya. Ssaya jadi rajin berbelanja. Bahkan meminta ibu saya untuk mengingatkan saya jika sudah waktunya berbelanja bulanan di supermarket. Tujuan saya terbaca cukup jelas: saya menginginkan receh kembalian belanja sebagai tip ^_^
Dan … trararang! Saya sukses mengumpulkan receh dengan nominal Rp. 84.200,-

Monday, January 05, 2015

Timbunan Untuk Dibaca 2015

Kredit gambar
Menurut saya, saya bukanlah penimbun buku nomor satu di dunia. Tapi tetap saja, saya merasa semakin terintimidasi setiap kali membeli buku dan menemukan bahwa yang saya lakukan hanyalah membeli untuk menimbunnya. Tahun lalu, saya bahkan tidak sempat menyelesaikan beberapa buku yang saya beli di tahun 2013. Saya berencana akan menghabiskannya di tahun ini, dan mencoba berpuasa membeli buku. Untuk itu, saya sudah mengikuti beberapa tantangan dan proyek baca yang, saya rasa, akan

Sunday, January 04, 2015

Tantangan "Big Read" 2015

klik gambar untuk membaca detil tantangan


Dalam resolusi 2015 saya, saya menulis bahwa saya akan lebih selektif memilih tantangan baca yang akan saya jajal. Target utama saya adalah memangkas timbunan, dan tentu saja, mengasup nutrisi untuk mentenagai keseriusan saya dalam penulisan kreatif. Dan, tampaknya, tantangan ini sejalan dengan misi saya untuk mereduksi timbunan. Mengingat, ada beberapa buku dalam timbunan saya yang tebel-tebel. Sebagian besar buku-buku ini saya beli di tahun 2014. Segelintir lainnya di tahun 2013, bahkan ada yang dari 2008. Seperti A Thousand Splendid Sun-nya Khaled Hossaini. Sebenarnya saya sudah membaca buku ini. Tapi saya belum mereviewnya dengan layak. Maka buku ini akan masuk daftar re-read saya, yang juga saya ikutkan dalam tantangan personal saya: Reli Baca dan tantangan Big Read ini.
Oh ya, aturan tantangan ini juga sangat sederhana. Bukunya berjumlah halaman lebih dari lima ratus halaman, bukan ebook, dan boleh diikutsertakan dalam tantangan baca yang lain.

Saturday, January 03, 2015

Tantangan Babat Timbunan 2015

klik gambar untuk melihat detil tantangan ini

Suatu hari, Mbak Oky Septy meninggalkan komentar di postingan Cerita Belanja November saya. Saya diajak untuk ikut proyek membabat timbunan yang diadakan kawan-kawan Joglosemarian. Setelah membaca ketentuannya, saya langsung setuju untuk ikut dalam tantangan ini. Tidak seperti tahun lalu, di mana saya secara membabibuta, mengikuti semua tantangan baca yang bisa saya temukan informasinya. Tahun ini, saya ingin lebih selektif memilih tantangan baca untuk saya ikuti. Tantangan Babat Timbunan ini tidak saja ditujukan untuk memangkas timbunan buku yang belum sempat kita baca, tapi juga mengajak kita melakukan self-motivation untuk puasa membeli buku ^_^

Friday, January 02, 2015

Refleksi 2014 & Resolusi 2015

Kredit gambar
Saya hampir tidak bisa merasa senang sama sekali ketika menuliskan postingan ini. Hari ini adalah hari pertama di tahun masehi yang baru, dan saya tidak tahu apa yang sedang saya rasakan. Saya mungkin sedang diam-diam menyesali waktu-waktu yang saya lewatkan tanpa capaian berarti apa pun di tahun lalu. Tapi bagaimanapun juga, saya mensyukuri banyak sekali hal yang saya dapatkan di tahun 2014.
Teritori Dongeng segera berusia dua tahun di 2015. Saya berharap, blog buku ini akan semakin produktif di 2015. Seperti yang sudah saya katakana, ada beberapa hal yang saya sesalkan yang terjadi di 2014, perihal aktivitas membaca dan book-blogging saya.

Thursday, January 01, 2015

Bundel Baca Desember

Kredit gambar
It’s finally December, buddies! What should we yeal? Hooray? Yoohooo!? ^_^ I’m gonna post some reflections and wishes for next year—which is started today, O Lord!—after this. Baiklah, bagaimana iklim baca saya di Desember? Rasanya agak lucu menanyakan itu pada diri saya sendiri hanya untuk menjawabnya sendiri juga :D
Saya menghabiskan Desember untuk menikmati hujan yang hanya turun sesekali seperti cemoohan di penghujung tahun. Saya hampir kehilangan minat baca sama sekali karena ini. Di kota saya, Kendari (Sulawesi Tenggara), hujan turun sejak November tapi dalam frekuensi yang teramat rendah. Hanya terasa
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...